Peran Perawat dalam Mendoakan Orang Sakit

Just another WordPress.com site

Peran Perawat dalam Mendoakan Orang Sakit December 15, 2010

Filed under: Uncategorized — enjay1992 @ 9:56 am

Peran Perawat dalam Mendoakan Orang Sakit


Doa untuk orang sakit

Perawat adalah tenaga profesional di bidang kesehatan, yang mempunyai peran bertanggung jawab untuk merawat, melindungi, dan memulihkan orang yang luka atau pasien penderita penyakit akut atau kronis, pemeliharaan kesehatan orang sehat, dan penanganan keadaan darurat yang mengancam nyawa. Selain itu, perawat juga terlibat dalam riset medis dan merawat serta menjalankan beragam fungsi non-klinis yang diperlukan.

Islam dalam Mendoakan Pasien
Islam memiliki perbedaan yang nyata dengan agama-agama lain di muka bumi ini. Islam sebagai agama yang sempurna tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Sang Khalik-nya dan alam surga, namun Islam memiliki aturan dan tuntunan yang bersifat komprehensif, harmonis, jelas, dan logis. Salah satu kelebihan Islam yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah perihal perspektif Islam dalam mendoakan pasien sebagai kliennya.
Nabi Muhammad SAW  bersabda, “Kesehatan merupakan salah satu hak bagi tubuh manusia.” Karena kesehatan merupakan Hak Asasi Manusia, sesuatu yang sesuai dengan fitrah manusia, maka Islam menegaskan perlunya istiqomah memantapkan dirinya dengan menegakkan agama Islam.

Allah SWT berfirman: ”Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh-penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk dan rahmat bagi orang-orangnya yang beriman.” (QS:Yunus 57).
Tanggung jawab perawat yang paling utama adalah tanggung jawab di hadapan Tuhannya. Karena sesungguhnya penglihatan, pendengaran, dan hati akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Tuhan.

Peran Doa Dalam Penyembuhan

Penelitian Snyderman (1996) menyebutkan bahwa terapi medis saja tanpa disertai dengan doa dan dzikir, tidaklah lengkap. Sebaliknya doa dan dzikir saja tanpa disertai dengan terapi medis, tidaklah efektif. Sementara itu Matthew (1996) menyatakan bahwa suatu saat kita para dokter dan perawat selain menuliskan resep obat juga akan menuliskan doa dan dzikir pada kertas resep sebagai pelengkap.

Dari pengalaman praktek sehari-hari pengalaman Hawari, D. (1997) berupa integrasi medikpsikiatrik dengan agama, membawa hasil klinis yang bermakna sesuai dengan temuan hasil penelitian para pakar lainnya. Uraian berikut ini sekedar contoh bahwa orang yang menderita sakit hendaknya berobat dan berdoa,selain itu diberikan pula contoh resep doa dan dzikir yang diberikan kepada para pasien untuk diamalkan selain meminum obat sesuai dengan resep dokter.

Manfaat pendekatan keagamaan dibidang kesehatan jiwa oleh Dr. D.B. Larson (1992) dalam berbagai penelitian yang berjudul religius commitment and health, menyimpulkan bahwa dalam memandu kesehatan manusia yang serba kompleks ini dengan segala keterkaitannya, hendaknya komitmen agama sebagai suatu kekuatan (spiritual power) jangan diabaikan begitu saja. Selanjutnya di kemukakan bahwa agama dapat berperan sebagai pelindung dari pada penyebab masalah (religion may have actually been protective rather than problem producing).

Dokter ahli jiwa atau psikiater hendaknya dapat menelusuri riwayat kehidupan beragama pasiennya sejak masa kanak-kanak hingga dewasa; sejauh mana pasien terikat dengan ajaran agamanya, sejauhmana kuatnya, dan sejauh mana hal ini mempengaruhi pasien. Bagaimanakah pendapat pasien berdasarkan keyakinan agamanya terhadap terapi psikiatri dan medic lainnya; serta bagaimanakah pandangan agamanya terhadap bunuh diri dan lain sebagainya.

Doa

Berikut adalah beberapa makna doa yang disebutkan dalam Al-Qur’an:
1. Permintaan
“Berodalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (Q.S. al-Mu’min : 60)
2. Permohonan
“Berdoalah kepaa Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Q.S. al-A’raf : 55)
3. Panggilan
“Yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira bahwa kamu tidak berdiam kecuali sebentar saja.” (Q.S. al-Isra : 52)
4. Pujian
“Katakanlah: Serulah Allah atau serulah ar-Rahman. Dengan nama ang mana saja kamu seru, dia mempunyai al-Asamul Husna dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.” (Q.S. al-Isra : 110)

Doa-Doa untuk Kesembuhan Pasien


  • Doa Mendoakan Orang Sakit

Allahumma rabban naasi adzhibil ba’sa asyfi antasy syaafii laa syifaa’a illaa syifaa’uka syifaa’an laa yughaadiru saqaman. Imsahil ba’sa rabban naasi biyadikasy syifaa’u, laa aasyifa lahu illaa anta, as’alullaahal ‘azhiima, rabbal ‘ arsyil ‘azhiimi an-yasfiyaka.

Artinya : “Ya Allah Tuhan segala manusia, jauhkanlah kesukaran/penyakit itu dan sembuhkanlah ia, Engkaulah yang menyembuhkan,tak ada obat selain obat-Mu, obat yang tidak meninggalkan sakit lagi. Hilangkan lah penyakit
itu, wahai Tuhan pengurus manusia. Hanya padamulah obat itu. Tak ada yang dapat menghilangkan penyakit selain Engkau, aku mohon kepada Allah yang Maha Agung, Tuhannya ‘arasy yang agung, semoga Dia menyembuhkan anda.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

  • Doa Kesadaran Menghadapi Fitnah

Orang bisa menderita sakit secara fisik maupun psikis akibat difitnah oleh orang lain. Sehubungan dengan hal itu selain berobat pada ahlinya, kesabaran dan doa diperlukan untuk meningkatkan kekebalan fisik maupun mental; ayat berikut ini dapat diamalkan yang artinya :

“Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka katakan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik”(Q.S. Al Muzzammil,73:10).

  • Doa Menghindari dari Fitnah

Seperti yang telah disebutkan diatas, seseorang dapat sakit akibat fitnah orang lain. Oleh karena itu guna menghindarinya doa sebagaimana ayat berikut ini dapat diamalkan,yang artinya:

“Ya Tuhan kami,janganlah Engkau jadikan kami fitnah bagi orang-orang kafir,dan ampunilah kami ya Tuhan kami,sesungguhnya Engkau adalah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Q.S. Al Mumtahanah,60:5)

  • Doa Menghadapi Orang yang Zalim

Seseorang dapat jatuh sakit akibat dizalimi oleh orang lain,sementara ia sendiri tidak berdaya. Selain berobat yang bersangkutan dapat memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Adil sebagaimana ayat berikut ini yang artinya:

“Ya Tuhanku ampunilah aku,ibu bapakku,orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan kepada orang-orang zalim melainkan kebinasaan(Q.S. Nuuh,71-28)

  • Jangan Berburuk Sangka

Biasanya bila seseorang menderita sesuatu penyakit,orang itu berkeluh kesah,tidak sabar dan seringkali berburuk sangka terhadap Allah swt.Oleh karena itu selain berusaha berobat pada ahlinya hendaknya hidari pikiran atau perasaan buruk sangka terhadap Allah,Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Penyembuh. Ayat dan hadis berikut ini dapat diamalkan,yang artinya:

  1. 1. “Dan bila aku sakit Dia-lah yang menyembuhkan(Q.S. Asy Syu’araa’,26:80)
  2. “Aku senantiasa berada disamping hamba-Ku yang berbaik sangka dan Aku tetap bersamanya selama ia tetap ingat pada-Ku(H.R. Bukhari dan Muslim)
  • Jangan Putus Asa

Dalam menghadapai penyakit berat dan kronis, seringkali orang diliputi oleh rasa putus asa padahal sudah berobat sebagaimana mestinya, namun belum juga memperoleh kesembuhan. Sebagai seorang yang beragama dan beriman,rasa putus asa hendaknya dihindari. Untuk mengatasinya ayat dan hadis berikut ini dapat menolong dari keputusasaan, yang artinya:

    1. “Katakanlah,hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni dari segala dosa. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Penyayang” (Q.S. Az Zumar,39:53)
    2. “Janganlah ada seseorangpun diantaramu mengharapkan mati karena bahaya (penyakit) yang menimpa dirinya. Maka seandainya terpaksa mengharapkan mati, hendaknya ia membaca:Ya Allah, hidupkanlah aku apabila hidup itu lebih baik bagiku, dan matikanlah aku jika mati itu lebih baik bagiku” (H.R. Jama’ah dari Anas).
  • Doa sebelum dan sesudah minum obat

Seseorang yang sedang menderita sakit sebelum minnum obat yang diresepkan oleh dokter, sebaiknya berdo’a sebagai hadist berikut ini yang artinya:

    1. “Aku mohon kepada Allah Yang Maha Agung agar menyembuhkan aku dengan tidak menderita sakit lagi” (H.R. Bukhari).
    2. “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang: Ya Allah, Tuhannya manusia, hilangkanlah derita, sembuhkanlah penyakit, Engkaulah Zat Maha Penyembuh kecuali Engkau. Ya Allah hamba mohon kepada-Mu agar aku sahat” (H.R. Ahmad Nasai dari Muhammad bin Khatib)

Sesudah minum obat disertai doa sebagaimana tersebut diatas, sesuai dengan anjuran Nabi hendaknya yang bersangkuta sesudah meminum obat membaca doa berikut ini, yang artinya:

“Segala puji bagi Allah yang telah memberi kepada kita kecukupan dan kepuasan yang tidak terabaikan dan tidak tertolak” (H.R. Bukhari dari Abi Umamah).

  • Doa Sesudah Sembuh

Bila seseorang telah sembuh dari penyakitnya, setelah menjalani pengobatan secara medik-psikiatrik disertai dengan doa dan zikir; patutlah ia bersyukur pada Allah SWT. Sebagai berikut, yang artinya:

“Segala puji kepunyaan Allah, Tuhan yang memelihara segalaalam , pujian yang menyamai nikmatnNyadan menandingi keutamaannya” (H.R. Bukhari)

  • Doa Ampunan

Orang yang sedang sakit seringkali disertai dengan perasaan bersalah dan berdosa karena pelanggaran-pelanggaran yang pernah dilakukannya dimasa lalu. Untuk itu pintu taubat dan ampunan dari Allah SWT. Tetap terbuka lebar. Ayat dan hadist berikut ini dapat diamalkan, yang artinya:

a. “Dan mohpon ampunlah kepada Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Q.S. Annisa,4:106)

b. “ Sesungguhnya Allah tetap menerima taubat seseorang hambanya selama ruh (nyawanya) belum sampai ditenggorokannya (dalam keadaan sakaratul maut). Bertaubatlah kamu sebelum maut menjemputmu” (HR. At-Tirmidzi)

  • Doa Pasrah

Orang yang sedang sakit selain berobat, berdoa dan berdzikir hendaknya pasrah agar tidak terbebani secara mental karena keterbatasan manusia dan tuhanlah yang menentukan hidup atau mati hambaNya. Hal ini sesuai dengan dua ayat berikut ini, yang artinya;

    1. “Kepunyaan-Nya-lah kekuasaan langit dan bumi dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan” (Q.S. Al Hadiid,57:5)
    2. “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku semata-mata untuk Allah, Tuhan semesta alam” (Q.S. Al-An’am,6:162)
  • Doa Menghadapi Kematian

Bila seseorang dalam keadaan mendekati kematian, maka menjadi kewajiban anggota keluarganya untuk menuntunnya mengucapkan kalimat (yaitu dengan membisikkan ke telinganya): “Laa Ilaaha Ilallah (Tiada Tuhan selain Allah). Hal ini sesuai dengan dua buah hadist berikut, yang artinya:

  1. “Ajarkanlah kepada akan mati (diantara) kiamu kalimat: “Laa Ilaaha Ilallah” (H.R. Muslim)
  2. “Siapa yang akhir kalimat yang keluar dari lidahnya, kalimat “Laa Ilaaha Ilallah” pasti masuk sorga” (H.R. Abu Daud dan Al-Hakim).
  • Dzikir yang Dianjurkan

Selain contoh doa sebagaimana diuraikan dimuka, maka tidaklah lengkap dan sempurna apabila tidak disertai dengan dzikir. Dzikir adalah ucapan yang selalu mengingatkan kita kepada Allah. Perihal dzikir, ayat berikut ini menjelaskannya yang artinya:

“Dan berdzikirlah (ingat Tuhanmu) dalam hatimu dalam kerendahan hati dan rasa takut, dengan suara perlahan-lahan diwaktu pagi dan petang hari, dan janganlah kamu menjadi orang-orang yang lalai” (Q.S. Al-a’raaf)

Adapun ucapan atau bacaan dzikir yang dimaksudkan adalah:

a. Membaca Tasbih: “Subhaanallaah” (Maha suci Allah)

b. Membaca Tahmid: “Alhamdulillah” (Segala puji bagi Allah)

c. Membaca Tahlil: “Laa ilaaha illallah” (Tiada Tuhan selain Allah)

d. Membaca Takbir: “Allahu Akbar” (Allah Maha Besar)

e. Membaca Hauqalah: “Laa haula walaa quwwata ilaa billah” ( Tiada daya upaya dan kekuatan kecuali kepunyaan Allah)

f. Membaca Hasbalah: “Hasbiyallaahu wani’mal wakil” (Cukuplah Allah dan sebaik-baik pelindung)

g. Membaca istigfar: “Astagfirullaahal’azhiim” (Saya mohon ampun kepada Allah yang maha Agung)

h. Membaca Lapad Baaqiyaatush shaalihat: “Subhanallah, walhamdulillaah, walaa ilaaha illallah, wallaahu akbar” (Maha suci Allah, dan segala puji bagi Allah, dan tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Allah maha besar)

Berbagai Hasil Riset Tentang Doa

Sejumlah riset membuktikan antara lain bahwa orang yang tidak religius ataupun tidak mendapatkan intervensi doa, lebih tinggi risikonya untuk melakukan bunuh diri, lebih rendah tingkat kesembuhan dari penyakit, lebih tinggi risikonya untuk mengalami sakit, dan lebih rentan terhadap penyakit.

Berikut ini contoh hasil riset yang pernah dilakukan:
• Sebuah riset longitudinal (8-10 tahun) yang dilakukan oleh Robbins dan Metzner terhadap 2.700 orang membuktikan bahwa angka kematian pada kelompok yang rajin berdoa atau beribadah lebih rendah dibanding dengan kelompok yang tidak rajin.

• Riset yang dilakukan oleh Zuckerman, Kals, dan Ostfield terhadap warga lanjut usia pun membuktikan hal yang sama: kelompok lansia yang lebih rajin berdoa terbukti lebih panjang umur dibandingkan dengan yang tidak rajin berdoa.

• Penelitian yang dilakukan Cancerellaro, Larson, dan Wilson terhadap para pecandu alkohol, narkotika, dan pasien gangguan jiwa skizofrenia (gila) membuktikan rendah/tidak adanya komitmen terhadap agama. Riset juga membuktikan bahwa terapi atau pengobatan yang diberikan kepada mereka berhasil secara optimal bila disertai terapi doa.

• Tahun 1998 sebuah studi di California menemukan bahwa enam bulan setelah didoakan secara diam-diam ternyata tingkat kesehatan pasien AIDS terbukti membaik secara signifikan bila dibandingkan tingkat kesehatan kelompok pasien AIDS yang tidak didoakan.

• Tahun 2002, hasil studi yang dilakukan terhadap 39 pasien di ICU membuktikan, mereka yang didoakan bisa keluar dari rumah sakit lebih cepat dibandingkan pasien yang tidak didoakan, walaupun mendapatkan pengobatan yang lama.

Banyak ilmuwan semakin yakin tentang manfaat doa bagi kesehatan, dan riset masih terus dilakukan dengan mencermati beragam sisi.

Daftar Pustaka:

Al-Quranul Karim.
Amiruddin, Aam. 2008. Doa Orang-Orang Sukses. Bandung: Penerbit Khazanah Intelektual.
Hawari, Dadang. 2005. Dimensi Religi Dalam Praktek Psikiatri dan Psikologi. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.
Pranowo, Sigit. 2010. Muamalah Perawat dengan Pasien Nonmuslim. EraMuslim.

http://www.anneahira.com/karir/perawat.htm

http://cybermed.cbn.net.id/cbprtl/cybermed/detail.aspx?x=Hot+Topic&y=cybermed|0|0|5|155

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.